
Trump Naikkan Tarif Impor Kanada 35%, Perang Dagang Memanas
Trump Naikkan Tarif Impor Kanada 35%, Perang Dagang Memanas Yang Telah Di Tetapkan Olehnya Dan Jadi Kabar Mengejutkan. Halo pembaca setia! Tentu dinamika ekonomi global kembali memanas dengan langkah mengejutkan, Terlebihnya yang di ambil oleh Amerika Serikat. Presiden mereka baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga impor sebesar 35% untuk barang-barang dari Kanada. Keputusan ini sontak memicu kekhawatiran dan mempercepat eskalasi “perang dagang”. Serta yang sudah lama membayangi hubungan kedua negara. Langkah proteksionis ini di perkirakan akan berdampak luas. Namun tidak hanya pada perekonomian Kanada dan AS. Akan tetapi juga pada rantai pasok global. Pertanyaannya, mengapa Trump Naikkan Tarif langkah ekstrem ini? Apakah ini murni untuk melindungi industri dalam negeri. Ataupun ada motif politik lain di baliknya? Kenaikan tarif ini jelas bukan sekadar kebijakan ekonomi biasa. Namun melainkan sebuah manuver strategis yang bisa mengubah peta perdagangan internasional.
Mengenai ulasan tentang Trump Naikkan Tarif impor Kanda 35% perang dagang memanas telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Kenaikan Tarif 25 % → 35 %
Hal ini merupakan bagian dari langkah terbaru Presiden AS dalam menghidupkan kembali tekanan dagang. Tentunya terhadap negara-negara mitra, yang kali ini menyasar tetangganya sendiri di utara. Dan kebijakan ini di umumkan secara resmi pada akhir Juli 2025 dan mulai berlaku sejak 1 Agustus. Tarif baru ini di kenakan secara khusus terhadap produk-produk mereka. Serta yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang USMCA. Hal ini yang berarti hanya sebagian dari total ekspor mereka ke Amerika Serikat yang terdampak langsung, sekitar 15%. Namun demikian, langkah ini tetap memicu keprihatinan karena melibatkan barang-barang strategis. Contohnya seperti kayu, baja, aluminium, dan komponen otomotif. Ia menyatakan bahwa tarif ini di berlakukan sebagai respon atas dua hal utama. Pertama, ia menuduh Kanada gagal mengendalikan aliran fentanil. Dan juga bahan kimia prekursor narkotika yang masuk ke AS.
Trump Naikkan Tarif Impor Kanada 35%, Perang Dagang Memanas Yang Kian Terjadi
Kemudian juga masih membahas Trump Naikkan Tarif Impor Kanada 35%, Perang Dagang Memanas Yang Kian Terjadi. Dan fakta lainnya adalah:
Dasar Alasan Pemerintah AS
Pemerintahan mereka menetapkan tarif sebesar 35 persen terhadap sejumlah produk impor dari Kanada. Terlebih untuk sebagai bagian dari kebijakan dagang baru yang sarat muatan politik. Dan juga keamanan nasional. Dasar utama dari kebijakan ini di dasarkan pada dua alasan utama yang di nilai sangat sensitif bagi pemerintah AS. Serta kegagalan Kanada dalam menangani arus masuk fentanil ke AS. Kemudian juga langkah diplomatik Kanada yang secara resmi mengakui negara Palestina. Pertama, dalam narasi pemerintah AS, Kanada di anggap tidak cukup serius menangani peredaran zat narkotika jenis fentanil. Dan bahan kimia prekursor yang di duga masuk ke wilayah Amerika. Terlebihnya melalui celah-celah pengawasan lintas batas. Fentanil sendiri merupakan opioid sintetis yang sangat kuat. Dan telah menjadi penyebab utama krisis overdosis di berbagai wilayah AS. Trump menuduh Kanada sebagai salah satu jalur penyelundupan. Meskipun data dari otoritas mereka menunjukkan bahwa kontribusi mereka.
Karena hal ini berdampak arus fentanil ke AS hanya sekitar satu persen. Meski demikian, pemerintahan ia tetap menggunakan isu ini sebagai landasan. Tentunya untuk menyatakan bahwa Kanada gagal memenuhi tanggung jawab keamanan bersama. Kedua, keputusan Kanada untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat juga memicu reaksi keras dari Washington. Dalam pandangan mereka, pengakuan itu di anggap sebagai bentuk pembangkangan diplomatik terhadap kebijakan luar negeri AS. Terutama karena dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan sekutu utamanya. Pemerintah AS menilai bahwa langkah tersebut dapat memengaruhi stabilitas geopolitik di Timur Tengah. Serta mengganggu pendekatan negosiasi damai yang tengah di upayakan oleh pemerintahan AS sendiri. Dalam konteks itu, tarif dagang di anggap sebagai bentuk tekanan politik untuk mengingatkan Kanada. Agar tetap berada dalam orbit kepentingan strategis Amerika. Pemerintahan mereka juga menggunakan instrumen hukum melalui IEEPA.
Kenaikan Tarif 35% Oleh Presiden AS Picu Ketegangan Dagang Dengan Kanada
Tentu saja masih membahas Kenaikan Tarif 35% Oleh Presiden AS Picu Ketegangan Dagang Dengan Kanada. Dan fakta lainnya adalah:
Cakupan Dan Pengecualian
Dalam kebijakan terbaru yang di umumkan pada akhir Juli 2025. Terlebih pemerintahan mereka secara resmi menetapkan tarif sebesar 35 persen terhadap sejumlah produk impor dari Kanada. Namun, penerapan tarif ini tidak bersifat menyeluruh. Akan tetapi melainkan memiliki batasan dan pengecualian yang cukup spesifik. Hal ini menandakan bahwa meskipun kebijakan tersebut keras. Serta dalam nada politiknya, pemerintah AS tetap melakukan perhitungan ekonomi. Dan hukum dalam pelaksanaannya. Secara umum, cakupan tarif 35 persen hanya berlaku untuk produk-produk. Terlebihnya dari Kanada yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang trilateral antara Amerika Serikat. Serta Meksiko, dan Kanada. Karena yang di kenal sebagai USMCA (United States–Mexico–Canada Agreement). Dengan demikian, barang-barang yang masuk melalui jalur legal. Dan dalam sektor-sektor yang sudah di atur dalam kesepakatan dagang ini tetap bebas dari tarif tambahan.
Pengecualian ini cukup besar secara kuantitas. Menurut data yang di kutip dari sumber resmi pemerintah AS, sekitar 85 persen dari total ekspor Kanada ke Amerika Serikat. Karena tetap tidak di kenai tarif tambahan. Berkat sudah di lindungi oleh perjanjian USMCA. Produk-produk seperti kendaraan otomotif, produk pertanian utama. Serta barang elektronik. Dan juga layanan lintas batas sebagian besar termasuk dalam cakupan pengecualian ini. Sehingga tetap dapat mengalir bebas ke pasar AS tanpa hambatan tarif. Sementara itu, tarif 35 persen di tujukan terutama kepada produk-produk strategis. Dan juga bahan mentah dari sektor yang sensitif namun tidak di lindungi secara eksplisit dalam USMCA. Lebih jauh lagi, kebijakan ini juga mencakup pengaturan tambahan terhadap skema transshipment. Terlebihnya yaitu pengiriman barang dari negara ketiga yang masuk ke AS melalui Kanada. Untuk mencegah praktik penghindaran tarif melalui jalur ini. Dan pemerintah AS menetapkan tarif 40 persen.
Kenaikan Tarif 35% Oleh Presiden AS Picu Ketegangan Dagang Dengan Kanada Yang Menghebohkan
Selanjutnya juga masih membahas Kenaikan Tarif 35% Oleh Presiden AS Picu Ketegangan Dagang Dengan Kanada Yang Menghebohkan. Dan fakta lainnya adalah:
Tarif Trans Shipment 40 %
Selain menaikkan tarif menjadi 35 persen untuk produk Kanada yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang USMCA. Dan pemerintahan Donald Trump juga secara eksplisit memperluas kebijakan perdagangannya dengan menetapkan tarif tambahan sebesar 40 persen. Terlebihnya terhadap skema transshipment yaitu praktik pengiriman barang dari negara ketiga. Serta yang masuk ke Amerika Serikat melalui Kanada sebagai jalur transit. Transshipment dalam konteks ini merujuk pada pola perdagangan internasional di mana barang dari negara lain. Misalnya dari Tiongkok, Vietnam, atau negara-negara Eropa. Dan di kirim terlebih dahulu ke Kanada, kemudian di ekspor ulang ke Amerika Serikat.
Praktik ini secara teknis legal. Namun sering di pandang sebagai cara untuk menghindari tarif langsung yang telah di kenakan AS. Tentunya terhadap negara asal barang tersebut. Melalui kebijakan baru ini, ia secara tegas ingin menutup celah dagang tersebut. Pemerintah AS menganggap bahwa beberapa eksportir global. Tentunya telah menggunakan Kanada sebagai “negara perantara” untuk menghindari beban tarif yang tinggi. Serta yang telah di kenakan dalam perang dagang sebelumnya. Terutama terhadap Tiongkok. Dengan menetapkan tarif sebesar 40 persen terhadap barang-barang transshipment yang tidak berasal dari Kanada. AS bermaksud menghentikan praktik tersebut. Dan memaksa perusahaan internasional untuk berhadapan langsung dengan kebijakan tarif asal.
Jadi itu dia sejumlah fakta impor Kanada naik 35% yang jadi perang dagang makin panas karena Trump Naikkan Tarif.