Matcha Hambat Penyerapan Zat Besi, Kata Ahli

Matcha Hambat Penyerapan Zat Besi, Kata Ahli

Matcha Hambat Penyerapan Zat Besi, Kata Ahli Yang Sebaiknya Di Hindari Dalam Menjaga Keseimbangan Dan Kebugaran Tubuh. Halo para pencinta matcha! Tentu sapa di sini yang tidak bisa memulai hari tanpa secangkir minuman ini secara hangat. Ataupun dengan teh hijau favorit? Serta minuman super populer ini di kenal memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari antioksidan tinggi hingga meningkatkan energi. Namun, tahukah kalian bahwa ada sisi lain darinya yang perlu di waspadai. Terlebih terutama jika di konsumsi berlebihan? Menurut para ahli, terlalu banyak meminum minuman ini ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Karena zat besi sendiri sangat penting untuk mencegah anemia. Dan juga menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Jadi, bagi kalian yang gemar meminumnya setiap hari. Maka penting untuk mengetahui batasan yang aman. Yuk, kita cari tahu penjelasannya lebih dalam mengenai Matcha Hambat penyerapan zat besi.

Mengenai ulasan tentang Matcha Hambat penyerapan zat besi, kata ahli telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Kandungan Tanin Dan Katekin (Polifenol) Yang Tinggi

Minuman satu ini mengandung kadar tanin dan katekin yang sangat tinggi. Karena terbuat dari daun teh hijau utuh yang di giling halus. Sehingga seluruh komponen aktifnya ikut di konsumsi. Tanin adalah senyawa polifenol yang memberikan rasa pahit. Dan juga sepat padanya, sementara katekin, khususnya jenis EGCG (epigallocatechin gallate). Serta yang merupakan antioksidan kuat yang memberi banyak manfaat kesehatan. Namun, kedua senyawa ini memiliki sifat mengikat mineral. Terutama zat besi non-heme yang berasal dari sumber nabati. Contohnya seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan tahu. Ketika tanin dan katekin bertemu dengan zat besi di saluran pencernaan. Terlebih yang keduanya dapat membentuk ikatan kompleks yang tidak larut air. Ikatan ini membuat zat besi sulit di serap oleh tubuh. Dan akhirnya terbuang bersama sisa pencernaan. Dan efek penghambatan ini lebih besar terhadap zat besi non-heme.

Matcha Hambat Penyerapan Zat Besi, Kata Ahli Yang Sebaiknya Di Pahami

Kemudian juga masih membahas Matcha Hambat Penyerapan Zat Besi, Kata Ahli Yang Sebaiknya Di Pahami. Dan penjelasan lainnya adalah:

Dampak Lebih Besar Terhadap Zat Besi Non-Heme

Dampak penghambatan penyerapan zat besi oleh minuman ini lebih besar terhadap jenis zat besi non-heme. Terlebihnya yaitu zat besi yang berasal dari sumber nabati seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, tahu. Kemudian dengan tempe, dan produk olahan nabati lainnya. Zat besi non-heme memiliki sifat kimia yang lebih mudah bereaksi dengan senyawa penghambat. Tentunya seperti tanin dan katekin yang terdapat dalamnya. Kedua senyawa polifenol ini mampu berikatan dengan ion besi non-heme di saluran pencernaan. Dan juga membentuk senyawa kompleks yang tidak larut air. Sehingga zat besi tersebut menjadi sulit di serap oleh dinding usus. Berbeda dengan zat besi heme yang terdapat pada produk hewani seperti daging merah, hati, ikan. Serta juga dengan ayam, zat besi non-heme memiliki tingkat keterserapan (bioavailabilitas) yang lebih rendah secara alami.

Terlebihnya yakni sekitar 2–20%, tergantung kondisi pencernaan dan komposisi makanan. Sementara zat besi heme lebih stabil dan penyerapannya relatif tidak banyak di pengaruhi oleh kehadiran polifenol. Dan zat besi non-heme sangat rentan terhadap gangguan ini. Oleh karena itu, jika ia di konsumsi bersamaan dengan makanan kaya zat besi non-heme. Maka penyerapan mineral ini bisa menurun drastis hingga 60–90%. Tentunya seperti yang di temukan pada beberapa studi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi kelompok yang mengandalkan sumber nabati sebagai pemenuhan zat besinya. Contohnya seperti vegetarian, vegan, atau orang yang jarang mengonsumsi produk hewani. Bila kebiasaan minum matcha dalam jumlah besar dilakukan setiap hari. Dan berdekatan dengan waktu makan. Maka risiko terjadinya kekurangan zat besi akan semakin tinggi. Dampaknya bisa berupa anemia defisiensi besi yang di tandai gejala seperti cepat lelah, lemas, wajah pucat.

Terlalu Banyak Matcha, Ferrum Bakal Sulit Di Serap Menurut Pakarnya

Selain itu, masih membahas Terlalu Banyak Matcha, Ferrum Bakal Sulit Di Serap Menurut Pakarnya. Dan fakta lainnya adalah:

Efek Signifikan Jika Di Minum Bersamaan Dengan Makanan

Hal ini tentu menjadi jauh lebih signifikan ketika minuman ini di konsumsi bersamaan dengan makanan. Terutama yang mengandung zat besi non-heme dari sumber nabati. Tentunya seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, atau produk kedelai. Hal ini terjadi karena kandungan polifenol. Dan terutama tanin dan katekin. Karena di dalamnya dapat langsung berinteraksi dengan zat besi yang sedang berada di saluran pencernaan. Terlebih pada saat proses pencernaan makanan berlangsung. Dalam kondisi ini, polifenol akan mengikat ion besi non-heme yang baru saja di lepaskan dari makanan. Lalu membentuk senyawa kompleks yang tidak larut air. Kompleks ini tidak dapat menembus dinding usus untuk masuk ke aliran darah. Sehingga sebagian besar zat besi akan terbuang bersama sisa pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa ketika matcha. Ataupun juga teh hijau di minum berdekatan dengan waktu makan, penyerapan zat besi non-heme dapat menurun secara drastis.

Serta yang mencapai 60–90% di bandingkan jika di minum di waktu terpisah. Efek ini bersifat langsung dan akut, artinya hambatan penyerapan akan terjadi setiap kali ia di konsumsi bersamaan. Ataupun segera setelah makan. Walaupun tubuh masih bisa menyerap zat besi dari sumber heme (daging, ikan, ayam). Karena dengan tingkat gangguan yang lebih kecil. Maka mereka yang mengandalkan sumber zat besi nabati akan mengalami dampak yang lebih besar. Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang, terutama pada orang yang kebutuhan zat besinya tinggi. Terlebihnya seperti wanita menstruasi, ibu hamil, anak-anak, vegetarian, atau vegan. Dan risiko terjadinya anemia defisiensi besi akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, ahlinya menyarankan untuk memberi jeda minimal satu hingga dua jam antara konsumsinya dan waktu makan.

Terlalu Banyak Konsumsi Matcha, Ferrum Bakal Sulit Di Serap Menurut Pakarnya Gizi

Selanjutnya juga masih membahas Terlalu Banyak Konsumsi Matcha, Ferrum Bakal Sulit Di Serap Menurut Pakarnya Gizi. Dan penjelasan berikutnya adalah:

Risiko Tertentu Bagi Golongan Tertentu

Hal ini akan lebih besar pada golongan tertentu yang kebutuhan zat besinya tinggi atau yang sudah berada pada kondisi rawan defisiensi. Kelompok ini cenderung lebih sensitif terhadap efek polifenol. Terutama tanin dan katekin. Karena yang terdapat dalamnya. Sehingga dampaknya terhadap status zat besi mereka bisa lebih cepat terasa. Jika di bandingkan orang dengan cadangan zat besi normal. Golongan pertama yang berisiko adalah wanita usia reproduktif. Tentunya yang mengalami menstruasi setiap bulan. Kehilangan darah secara rutin membuat kebutuhan zat besi mereka lebih tinggi di bandingkan pria. Sehingga jika penyerapan zat besi terganggu, risiko anemia defisiensi besi meningkat. Golongan kedua adalah ibu hamil, yang membutuhkan zat besi dalam jumlah lebih besar.

Kemudian juga untuk mendukung peningkatan volume darah. Serta yang dalam perkembangan janin. Kekurangan zat besi pada masa ini dapat menyebabkan komplikasi. Contohnya seperti kelelahan berat, gangguan perkembangan janin, bahkan risiko kelahiran prematur. Kategori ketiga adalah vegetarian dan vegan. Karena pola makan mereka bergantung hampir sepenuhnya pada sumber zat besi non-heme (nabati). Mereka lebih rentan terhadap efek penghambatan polifenol dari matcha. Tanpa sumber heme yang penyerapannya lebih mudah. Dan dampak pengurangan penyerapan bisa sangat signifikan. Selain itu, anak-anak dan remaja juga termasuk kelompok rawan. Karena mereka berada dalam fase pertumbuhan cepat yang memerlukan asupan zat besi optimal. Kekurangan zat besi pada usia ini dapat mengganggu perkembangan kognitif dan fisik.

Jadi itu dia beberapa penjelasan ahli gizi soal permasalahan penyerapan zat besi terkait Matcha Hambat.