Kasus Bayi

Kasus Bayi Baru Lahir Terkena Cacar Air, Apa Risikonya?

Kasus Bayi Berusia 42 Hari Yang Di Diagnosis Terkena Cacar Air Menjadi Perhatian Banyak Orang Tua Sejauh Ini. Meski penyakit ini sering di anggap “benar terjadi pada anak saat balita”, pada kenyataannya virus varicella zoster penyebab cacar air dapat menyerang bayi yang baru lahir karena sistem imun mereka masih sangat rentan. Kasus Bayi ini mencuat setelah seorang ibu berbagi pengalaman di media sosial bahwa bayinya tertular cacar air setelah di jenguk oleh beberapa orang di rumahnya. Dokter menyatakan bahwa salah satu penjenguk kemungkinan besar membawa virus dari luar dan secara tidak sengaja menularkannya kepada sang bayi.

Dari Mana Bayi Bisa Tertular Cacar Air?

Cacar air di sebabkan oleh virus varicella zoster, yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Virus ini bisa menyebar melalui kontak langsung dengan cairan dari luka cacar yang pecah, sentuhan kulit, atau melalui percikan air liur saat batuk dan bersin dari orang yang terinfeksi. Artinya, seseorang yang membawa virus — bahkan jika belum menunjukkan gejala — tetap bisa menularkan cacar air kepada orang lain.

Pada Kasus Bayi tersebut, dugaan kuat adalah bahwa penjenguk yang tidak sadar membawa virus mencium atau memegang bayi, sehingga virus berpindah melalui kontak langsung. Bayi yang baru lahir belum memiliki kekebalan yang kuat. Sehingga tanggapan tubuh terhadap virus cenderung lebih berat dibandingkan pada anak yang lebih besar.

Mengapa Bayi Baru Lahir Rentan?

Bayi baru lahir memiliki sistem imunitas yang belum berkembang sepenuhnya. Walaupun bayi menerima antibodi dari ibu saat dalam kandungan, persentase perlindungan ini tergantung apakah ibu tersebut sebelumnya sudah pernah terkena cacar atau mendapatkan vaksinasi. Jika ibu belum memiliki antibodi terhadap virus varicella, maka proteksi pasif yang diterima bayi juga terbatas atau bahkan tidak ada.

Selain itu, vaksin cacar varicella biasanya baru dapat di berikan ketika anak berusia sekitar 1 tahun. Sehingga bayi di bawah usia tersebut belum dapat di lindungi melalui imunisasi langsung. Ini membuat bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi jika terpapar virus dari luar.

Apa Gejala dan Risiko pada Kasus Bayi ini?

Gejala cacar air pada bayi mirip dengan anak yang lebih besar, termasuk ruam berisi lenting cairan yang sangat gatal, demam, dan mudah rewel. Pada bayi yang sangat muda, gejala bisa lebih sulit terlihat tetapi tetap berpotensi serius. Virus ini umumnya menunjukkan gejala dalam 10 hingga 21 hari setelah paparan.

Dalam beberapa kasus, bayi juga bisa mengalami risiko komplikasi berupa dehidrasi, infeksi bakteri sekunder pada kulit. Atau masalah pernapasan ringan hingga berat, terutama bila sistem imunitasnya sangat lemah. Oleh karena itu, bayi yang di curigai tertular cacar air sebaiknya di periksakan ke dokter pediatrik bahkan jika gejalanya ringan.

Kapan Bayi Dapat Terkena Cacar Air?

Penularan bisa terjadi melalui kontak rumah tangga atau kunjungan dari orang dewasa atau anak lain yang membawa virus. Virus varicella dapat menyebar sampai 2 hari sebelum ruam muncul pada orang yang terinfeksi dan tetap menular hingga semua lecet berkeropeng. Jika seseorang menjenguk tanpa sadar membawa virus, bayi bisa langsung terpapar dalam waktu beberapa menit kontak fisik.

Bagaimana Mencegah Penularan?

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya perlindungan terhadap bayi baru lahir dengan langkah-langkah sederhana tetapi efektif:

  • Batasi kontak langsung dengan bayi terutama dari orang yang baru saja sakit atau tidak jelas riwayat kesehatannya.
  • Jaga kebersihan tangan dan pakaian sebelum menyentuh atau mendekati bayi untuk mengurangi risiko membawa virus dari luar.
  • Orang yang memiliki gejala infeksi ringan sekalipun sebaiknya tidak menjenguk bayi sampai dinyatakan aman oleh tenaga kesehatan.

Karena bayi belum bisa menerima vaksin cacar, pencegahan terutama bergantung pada melindungi bayi dari paparan langsung terhadap virus di lingkungan sekitar.