BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakar
BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakar

BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakar

BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakar

Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakar
BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakar

BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakar Yang Telah Membeberkan Berbagai Fakta Akan Permasalahan Tersebut. Halo para pemilik kendaraan dan pembaca setia! Di tengah kenaikan harga dan pilihan yang beragam. Terlebih yang seringkali kita tergiur untuk memilih BBM RON Rendah. Alasannya sederhana: lebih hemat di kantong. Namun, benarkah kebiasaan ‘menghemat’ ini benar-benar menguntungkan? Tahukah anda, pilihan ini yang tampak sepele ini bisa menjadi pemicu masalah serius pada mesin kendaraan kesayangan anda? Pernahkah anda merasakan performa mobil atau motor menurun. Atau mendengar bunyi ‘ngelitik’ yang mengganggu? Jika ya, kebiasaan mengisina mungkin adalah biang keladinya. Kami menghadirkan langsung penjelasan pakar otomotif yang akan membongkar tuntas mitos. Dan juga fakta di balik penggunaannya. Pakar akan menjelaskan secara ilmiah, mengapa bahan bakar yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin anda dapat memicu kerusakan jangka panjang. Mari kita simak penjelasan lengkapnya!

Mengenai ulasan tentang BBM RON Rendah bikin masalah? simak penjelasan pakar telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Knocking (Ngeli­tik) / Detonasi

Hal ini adalah kondisi ketika proses pembakaran di ruang bakar mesin tidak berlangsung sesuai waktu yang seharusnya. Dalam kinerja mesin yang normal, campuran udara dan bahan bakar akan di kompresi oleh piston hingga titik tertentu. Lalu busi memantik api secara terkontrol. Sehingga pembakaran terjadi stabil dan menghasilkan dorongan tenaga. Namun pada kendaraan yang terlalu sering menggunakannya. Kemudian proses pembakaran ini menjadi tidak stabil karena bahan bakar tersebut tidak cukup tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi di dalam ruang bakar. Akibatnya, dapat terbakar lebih cepat atau meledak sendiri sebelum di pantik busi. Dan kondisi inilah yang di kenal sebagai knocking atau detonasi. Saat knocking terjadi, gelombang tekanan di ruang bakar berubah menjadi ledakan kecil yang tidak teratur. Mesin akan mengeluarkan suara metalik seperti ketukan terutama ketika mobil berakselerasi, menanjak. Atau yang membawa beban berat.

BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakarnya Mengenai Ini

Kemudian juga masih membahas BBM RON Rendah Bikin Masalah? Simak Penjelasan Pakarnya Mengenai Ini. Dan fakta lainnya adalah:

Penurunan Performa Mesin

Hal ini merupakan salah satu konsekuensi langsung yang sering di jelaskan oleh para ahli ketika kendaraan terlalu sering menggunakannya. Terutama pada mesin modern yang dirancang dengan rasio kompresi tinggi. Mesin masa kini bekerja dengan prinsip pembakaran yang sangat presisi. Setiap tenaga yang di hasilkan bergantung pada kemampuan bahan bakar. Terlebih untuk menahan tekanan sebelum busi memantik nyala api. Ketika kendaraan menggunakannya dengan angka oktan di bawah rekomendasi pabrik. Maka proses pembakaran tidak mampu mencapai efektivitas maksimal. Sehingga berdampak pada penurunan performa secara menyeluruh. Ia membuat campuran udara dan bahan bakar lebih mudah menyala sebelum waktunya. Maka komputer mesin (ECU) terpaksa melakukan penyesuaian untuk mencegah terjadinya knocking. ECU akan memundurkan timing pengapian. Tentunya yaitu membuat busi menyala lebih lambat dari kondisi ideal. Meski langkah ini bisa mengurangi risiko detonasi.

Dan efek sampingnya adalah tenaga yang di hasilkan menjadi lebih kecil dari seharusnya. Inilah salah satu penyebab utama mengapa kendaraan terasa lebih “berat”, lambat merespons, dan kurang bertenaga ketika berakselerasi. Terutama saat menanjak atau membawa beban lebih. Pembakaran yang kurang sempurna akibatnya juga menyebabkan energi panas tidak dapat di konversi menjadi tenaga secara optimal. Dan alih-alih menghasilkan dorongan piston yang kuat, sebagian besar energi justru terbuang sebagai panas berlebih. Mesin terasa lebih cepat panas. Sementara output tenaga tidak sebanding. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai loss of power. Terlebihnya yaitu hilangnya tenaga karena bahan bakar terbakar dengan efisiensi rendah. Secara praktis, pengemudi merasakannya saat pedal gas di tekan lebih dalam. Akan tetapi mobil tidak bergerak dengan respons sebagaimana mestinya. Selain itu, penggunaannya secara terus-menerus dapat menyebabkan penumpukan karbon di ruang bakar.

Kendaraan Minum BBM ‘Irit’? Ini Penjelasan Ahlinya

Selain itu, masih membahas Kendaraan Minum BBM ‘Irit’? Ini Penjelasan Ahlinya. Dan fakta lainnya adalah:

Efisiensi Bahan Bakar Dan Konsumsi BBM

Hal ini adalah salah satu aspek yang paling sering terdampak ketika kendaraan terus-menerus menggunakannya. Terutama pada mesin modern yang di rancang untuk bekerja dengan standar pengapian dan tekanan tertentu. Para ahli menjelaskan bahwa efisiensi pembakaran sangat di tentukan oleh kemampuan bahan bakar. Terlebihnya untuk bertahan terhadap tekanan sebelum terbakar. Serta yang dalam hal ini di pengaruhi oleh angka oktan atau RON. Semakin rendah, semakin mudah bahan bakar mengalami pembakaran prematur. Serta yang pada akhirnya mengurangi efisiensi mesin dan membuat konsumsinya menjadi lebih boros. Pada mesin yang menggunakan BBM sesuai rekomendasi. Maka proses pembakaran berlangsung optimal: busi memantik campuran udara-bahan bakar pada saat yang tepat. Dan tekanan di dalam silinder berada pada titik maksimal. Serta tenaga yang di hasilkan mampu mendorong piston secara efisien.

Namun ketika kendaraan di beri BBM RON rendah. Dan ECU (komputer mesin) harus melakukan penyesuaian untuk menghindari knocking. Salah satu penyesuaian otomatis adalah mengundurkan timing pengapian atau retard ignition timing. Tindakan ini memang melindungi mesin dari detonasi. Akan tetapi konsekuensinya adalah tenaga yang di hasilkan lebih rendah sehingga mobil harus “bekerja lebih keras”. Terlebihnya untuk mencapai output yang sama. Proses pembakaran yang tidak ideal ini membuat energi panas yang seharusnya berubah menjadi tenaga justru terbuang sia-sia. Sehingga efisiensi termal mesin menurun. Ketika efisiensi turun, konsumsi bahan bakar meningkat secara otomatis. Pengendara biasanya merasakan mobil menjadi lebih boros. Karena mereka harus menekan pedal gas lebih dalam untuk mencapai kecepatan atau akselerasi yang sama seperti saat menggunakan BBM dengan RON yang tepat. Situasi tersebut menciptakan kondisi paradoksal: harganya memang lebih murah per liter. Akan tetapi jarak tempuh perliter seringkali lebih pendek.

Kendaraan Minum BBM ‘Irit’? Ini Penjelasan Ahlinya Yang Harus Kamu Tahu

Selanjutnya juga masih membahas Kendaraan Minum BBM ‘Irit’? Ini Penjelasan Ahlinya Yang Harus Kamu Tahu. Dan fakta lainnya adalah:

Kerusakan Mesin Jangka Panjang

Hal ini adalah konsekuensi serius yang mendapat perhatian besar dari para ahli ketika kendaraan secara rutin mengonsumsinya. Terutama jika mesin tersebut di rancang untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi. Terlebih yang memiliki kecenderungan terbakar lebih cepat dari yang seharusnya akibat tekanan dan suhu tinggi di ruang bakar. Kondisi ini memicu knocking atau detonasi berulang. Dan ketika fenomena tersebut terjadi terus-menerus, mesin mengalami beban mekanis. Serta termal yang secara perlahan merusak berbagai komponen penting. Salah satu bentuk kerusakan yang paling sering di jelaskan adalah pada piston. Tekanan ledakan tak terkontrol akibat knocking membuat permukaan piston menerima hentakan yang tidak merata. Sehingga logamnya perlahan terkikis.

Dalam kasus berat, piston dapat berlubang, mengakibatkan bocornya kompresi dan hilangnya tenaga secara drastis. Selanjutnya, dinding silinder juga berisiko mengalami goresan dalam (scoring). Karena panas berlebih dan getaran yang tidak normal. Kerusakan ini biasanya membutuhkan proses overhaul. Atau dengan penggantian blok mesin, yang biayanya sangat besar. Tidak hanya piston dan silinder, ring piston juga menjadi korban akibat penggunaannya. Ring piston berfungsi menjaga tekanan kompresi dan mencegah oli masuk ke ruang bakar. Namun, ketika detonasi terjadi berulangkali, ring piston mengalami gaya getaran yang kuat dan panas berlebih. serta menyebabkan ring mudah aus atau bahkan patah. Ring yang aus membuat mesin kehilangan kompresi, boros oli, menghasilkan asap putih atau biru. Dan menurunkan efisiensi pembakaran secara drastis. Ini memberi tekanan tambahan pada semua komponen lain, sehingga mempercepat siklus kerusakan.

Jadi itu dia beberapa fakta dan penjelasan pakar yang katanya bikin masalah jika BBM RON Rendah.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait