
Dokter Tompi Said Ini Dia Ragam Basic Skincare Yang Sebenarnya
Dokter Tompi, Selain Di Kenal Sebagai Penyanyi Dan Fotografer, Juga Merupakan Seorang Dokter Bedah Plastik Yang Aktif Yuk Kita Bahas Bersama. Ia menyuarakan edukasi tentang perawatan kulit. Menurutnya, skincare tidak harus rumit. Banyak orang terjebak dengan puluhan langkah perawatan, padahal yang paling penting justru adalah memahami kebutuhan dasar kulit. Menurut dokter Tompi, mencuci muka adalah pondasi dari skincare. Kulit wajah perlu di bersihkan dari kotoran, minyak dan polusi agar pori-pori tidak tersumbat. Namun, ia menekankan pentingnya memilih pembersih yang lembut. Dan sesuai dengan jenis kulit, agar tidak merusak lapisan pelindung alami kulit.
Kemudian dokter Tompi juga menyarankan penggunaan pelembap setelah mencuci muka untuk menjaga hidrasi kulit. Pelembap berfungsi mengunci kelembapan, menjaga elastisitas dan memperkuat lapisan pelindung kulit. Baik kulit kering, berminyak, maupun kombinasi tetap memerlukan pelembap hanya jenis dan formulanya saja yang berbeda. Satu hal yang selalu di tekankan oleh dokter Tompi adalah pentingnya tabir surya (sunscreen). Karena paparan sinar UV adalah salah satu penyebab utama penuaan dini dan kanker kulit Dokter Tompi.
Oleh karena itu, sunscreen harus di gunakan setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau berada di dalam ruangan dengan paparan cahaya dari layar elektronik. Selanjutnya skincare yang baik tidak perlu terdiri dari banyak produk. Menurutnya, ada tiga langkah dasar membersihkan wajah, menggunakan pelembap dan memakai sunscreen. Maka sudah cukup untuk menjaga kulit tetap sehat. Ia juga mengingatkan bahwa konsistensi dan pemahaman terhadap kondisi kulit lebih penting daripada mengikuti tren produk yang belum tentu cocok Dokter Tompi.
Ia Juga Merupakan Praktisi Medis Yang Fokus Di Bidang Estetika Dan Kecantikan
Dokter Tompi, yang memiliki nama lengkap Teuku Adifitrian, adalah seorang dokter bedah plastik dan rekonstruksi. Selain di kenal sebagai musisi, Ia Juga Merupakan Praktisi Medis Yang Fokus Di Bidang Estetika Dan Kecantikan, terutama melalui pendekatan bedah plastik wajah. Ia sebagai dokter kecantikan spesialisasi bedah plastik dan estetika. Dan ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan mengambil spesialisasi bedah plastik. Dalam praktiknya, ia fokus pada prosedur estetika seperti Rhinoplasty (operasi hidung). Blepharoplasty (operasi kelopak mata), Face lift, peremajaan wajah non-bedah. Serta penanganan bekas luka atau kelainan bentuk wajah. Salah satu ciri khas pendekatan dokter Tompi dalam dunia kecantikan adalah menekankan hasil yang alami. Sebelumnya ia sering mengingatkan bahwa tujuan estetika bukan untuk mengubah wajah menjadi orang lain. Tetapi menyempurnakan apa yang sudah ada.
Apalagi dokter Tompi di kenal vokal mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemahaman dasar soal perawatan kulit. Kemudian sering mengkritik fenomena penggunaan skincare yang berlebihan atau tergoda oleh tren. Dan tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit masing-masing. Ia menjalankan klinik kecantikan sendiri di Jakarta, yaitu Bamed Aesthetic Clinic. Pastinya yang menyediakan berbagai layanan mulai dari skincare medis, perawatan laser, hingga tindakan bedah estetika. Sebagai seorang seniman dan dokter, Tompi percaya bahwa estetika wajah juga soal “rasa” bukan hanya sains. Ia menggabungkan pengetahuan medis dengan sensitivitas seni untuk menciptakan hasil kecantikan yang harmonis. Maka dokter Tompi adalah dokter kecantikan dalam arti yang lebih luas. Dan ia bukan hanya memberikan perawatan kulit, tetapi juga melakukan tindakan estetik berbasis medis dan bedah. Dengan ia menekankan edukasi, natural result dan kejujuran dalam dunia estetika.
Dokter Tompi Sering Menekankan Bahwa Skincare Tidak Perlu Rumit
Sebagai seorang dokter kecantikan sekaligus bedah plastik. Ia kerap membagikan berbagai pengetahuan penting seputar kesehatan dan estetika kulit maupun wajah. Informasi yang ia sampaikan tidak hanya bersifat teknis medis. Tetapi juga edukatif untuk masyarakat awam agar tidak salah kaprah dalam merawat diri. Dan beberapa pengetahuan yang sering di bagikannya sebagai dokter kecantikan. Bahwa Dokter Tompi sering menekankan bahwa Skincare tidak perlu rumit. Tiga hal yang paling penting adalah cuci muka, pelembap dan sunscreen. Banyak produk skincare justru tidak cocok untuk semua orang. Sehingga pemahaman terhadap jenis kulit pribadi jauh lebih penting daripada mengikuti tren. Menurutnya, sunscreen adalah skincare nomor satu yang harus di gunakan setiap hari. Karena sinar UV adalah penyebab utama penuaan kulit dan kanker kulit. Maka sunscreen tetap penting meski di dalam ruangan atau saat cuaca mendung. Dan ia menjelaskan bahwa bedah estetika adalah seni dan sains.
Tujuannya bukan mengubah seseorang menjadi orang lain. Melainkan meningkatkan proporsi dan keseimbangan wajah. Dan setiap tindakan harus di lakukan dengan etika medis dan hasil alami. Kemudian ia sering mengingatkan masyarakat untuk tidak tergoda tren skincare atau perawatan instan tanpa dasar ilmiah. Maka berhati-hati terhadap produk atau prosedur tanpa izin BPOM dan tanpa pengawasan dokter. “Cantik bukan hasil instan, tapi harus ilmiah dan aman.” Bahkan dokter Tompi juga menyampaikan pesan penting soal mencintai diri sendiri apa adanya. Tidak semua orang perlu tindakan estetika. Dengan perawatan kecantikan sebaiknya di lakukan karena keinginan pribadi. Apalagi bukan tekanan sosial atau standar kecantikan yang tidak realistis. Ia kerap menjelaskan prosedur seperti Rhinoplasty (bedah hidung). Blepharoplasty (operasi kelopak mata), Botox, filler, laser treatment. Dan perbedaan perawatan medis vs kosmetik biasa
Cita-Cita Memiliki Kulit Sehalus Kaca Adalah Ilusi Yang Tidak Realistis
Kini semua penjelasannya selalu di tekankan dengan pendekatan ilmiah, logis dan realistis agar masyarakat tidak salah informasi. Dokter Tompi memiliki pandangan yang cukup kritis. Dan realistis terhadap berbagai tren kecantikan yang sedang populer, seperti “glass skin” dan penggunaan filter digital. Sebagai dokter bedah plastik dan praktisi estetika. Bahwa ia mengedepankan kejujuran terhadap kondisi kulit alami. Dan penekanan pada kesehatan kulit, bukan sekadar tampilan sempurna. Glass skin adalah istilah populer dari Korea Selatan yang menggambarkan kulit wajah yang sangat halus, bening, bercahaya. Dan tanpa pori seolah-olah seperti kaca. Ia menyebut bahwa cita-cita Memiliki Kulit Sehalus Kaca Adalah Ilusi Yang Tidak Realistis. Secara medis, kulit manusia normal memiliki tekstur, pori-pori dan ketidaksempurnaan alami. Mengejar kesempurnaan mutlak seperti “glass skin” bisa membuat orang frustrasi. Dan berisiko melakukan perawatan berlebihan.
Ia menyarankan untuk fokus pada kulit yang sehat dan terawat. Apalagi bukan kulit yang terlihat seperti hasil editan. Menurutnya, “kulit bagus bukan berarti kulit tanpa pori, tapi kulit yang bersih, lembap dan tidak meradang.” Dengan filter digital, seperti yang ada di Instagram, TikTok atau aplikasi kamera. Tentunya membuat wajah tampak lebih halus, hidung lebih mancung. Dan kulit lebih cerah, bahkan kadang mengubah bentuk wajah. Ia cukup vokal mengkritik penggunaan filter yang berlebihan. Karena membuat standar kecantikan menjadi tidak realistis dan tidak manusiawi. Menyebabkan banyak orang menjadi tidak percaya diri dengan wajah aslinya. Kemudian bisa memicu fenomena psikologis seperti “filter dysmorphia”, yaitu keinginan untuk mengubah wajah agar mirip versi digital yang telah di filter. Menurutnya, kejujuran terhadap wajah sendiri adalah bentuk self-love dan kesehatan mental Dokter Tompi.