
Tenggelamkan Kompetitor: China Komersilkan Data Center Laut
Tenggelamkan Kompetitor: China Komersilkan Data Center Laut Yang Menjadi Terobosan Terbaru Mereka Dengan Berbagai Kelebihan. Selamat siang, tech enthusiasts dan pembaca yang haus akan inovasi! Siapa sangka, masa depan penyimpanan data kita ternyata bukan lagi di gedung-gedung tinggi yang berisik, melainkan… di dasar laut! Dan kabar terbarunya, China baru saja “menggelar karpet merah” untuk teknologi ini secara komersil. Judul “Tenggelamkan Kompetitor: China Komersilkan Data Center Laut” ini bukan hiperbola belaka! Dan bayangkan, saat perusahaan teknologi lain masih sibuk merencanakan. Terlebih China sudah mengambil langkah nyata untuk memindahkan infrastruktur server mereka ke kedalaman samudra. Maka langkah ini tidak hanya keren secara teknologi, memanfaatkan suhu laut yang dingin untuk pendinginan alami. Namun juga cerdas secara strategi, secara efektif menyalip raksasa-raksasa teknologi global yang juga melirik konsep serupa (ya, kami sedang melirikmu, Microsoft!). Mari kita mulai!
Mengenai ulasan tentang Tenggelamkan Kompetitor: China komersilkan data center laut telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Komersialisasi Dan Skala
Hal ini menggambarkan langkah besar negara itu dalam mengubah konsep eksperimental. Terlebih yang menjadi layanan nyata yang di gunakan secara komersial. Jika sebelumnya konsep pusat data bawah laut hanya sebatas penelitian seperti yang dilakukan Microsoft melalui Project Natick. Namun kini Tiongkok telah berhasil melangkah lebih jauh dengan mengoperasikan fasilitas. Tentu yang benar-benar melayani kebutuhan pelanggan dan industri digital. Proyek uji coba laboratorium, melainkan bagian dari infrastruktur komputasi yang di jalankan dengan skema bisnis berkelanjutan. Kemudian juga dengan investasi besar, serta kapasitas yang signifikan. Salah satu contoh utama terletak di Hainan dan Lin-gang, Shanghai. Tentunya di mana modul-modul bawah laut telah resmi di aktifkan untuk menyediakan layanan komputasi, penyimpanan data. Dan dukungan bagi industri cloud serta kecerdasan buatan. Skala yang di operasikan juga tidak kecil. Fase awalnya mencapai sekitar 2,3 megawatt. Sementara rencana jangka menengahnya menargetkan kapasitas penuh hingga 24 megawatt.
Tenggelamkan Kompetitor: China Komersilkan Data Center Laut Yang Jadi Gebrakan Terbarunya
Kemudian juga masih membahas Tenggelamkan Kompetitor: China Komersilkan Data Center Laut Yang Jadi Gebrakan Terbarunya. Dan fakta menarik lainnya adalah:
Efisiensi Energi Dan Pemanfaatan Laut
Kedua aspek ini menjadi inti dari keberhasilan Tiongkok dalam mengembangkan. Dan juga mengomersialkan data center bawah laut pertama di dunia. Proyek ini menunjukkan bagaimana teknologi komputasi modern dapat bersinergi dengan ekosistem laut. Terlebihnya untuk menciptakan sistem yang lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan berorientasi masa depan. Konsep efisiensi energi pada pusat data bawah laut berangkat dari prinsip sederhan. Karena laut memiliki suhu yang stabil dan rendah di kedalaman tertentu. Sehingga dapat di gunakan sebagai pendingin alami untuk peralatan server. Dalam pusat data tradisional di darat, hampir 40–50 persen dari total konsumsi listrik di gunakan hanya untuk sistem pendinginan. Karena server menghasilkan panas tinggi selama operasi. Di bawah laut, pendinginan terjadi secara alami karena air laut menyerap panas dari kapsul pusat data melalui sistem pertukaran panas pasif.
Hasilnya, energi yang di butuhkan untuk menjaga suhu optimal jauh lebih kecil. bahkan dalam beberapa laporan, efisiensi pendinginan meningkat hingga 90 persen di banding pusat data konvensional. Selain efisiensi pendinginan, proyek ini juga memanfaatkan energi terbarukan dari turbin angin lepas pantai. Sebagian besar pusat data bawah laut Tiongkok. Tentunya seperti yang berlokasi di kawasan Lin-gang, Shanghai. Dan di rancang agar lebih dari 90 persen kebutuhan energinya di pasok dari pembangkit tenaga angin yang beroperasi di laut sekitar lokasi. Integrasi antara turbin angin dan pusat data ini menciptakan ekosistem energi yang tertutup dan berkelanjutan. Tenaga angin menggerakkan sistem server. Sementara air laut menjadi pendingin alami tanpa perlu tambahan energi dari darat. Inilah yang membuat proyek tersebut disebut sebagai infrastruktur komputasi hijau. Atau sistem teknologi tinggi yang minim jejak karbon dan ramah lingkungan.
Masa Depan Data Ada Di Laut! China Memulainya
Selain itu, masih membahas Masa Depan Data Ada Di Laut! China Memulainya. Dan fakta menarik lainnya adalah:
Teknologi & Lingkungan Operasi
Kedua aspek ini menjadi aspek paling menarik dari proyek data center bawah laut Tiongkok. Terlebih yang disebut berhasil “menyalip Microsoft” dalam hal komersialisasi. Di balik pencapaian ini, terdapat inovasi rekayasa, rancangan struktural. Serta sistem operasi yang di rancang agar dapat bertahan dalam kondisi laut yang ekstrem. Teknologi ini bukan hanya hasil adaptasi dari pusat data konvensional. Akan tetapi merupakan bentuk transformasi total dari cara manusia membangun. Dan mengelola infrastruktur digital di lingkungan alam yang dinamis. Secara teknis, pusat data bawah laut Tiongkok di bangun dalam bentuk modul kapsul raksasa yang tertutup rapat. Kemudian terbuat dari baja khusus tahan korosi, dan mampu menahan tekanan air di kedalaman sekitar 30–35 meter di bawah permukaan laut. Setiap modul memiliki berat antara 1.000 hingga 1.400 ton. Dan yang setara dengan berat lebih dari 1.000 mobil.
Kemudian di dalamnya terdapat ratusan server, sistem pendingin cair. Serta perangkat daya dan komunikasi yang terintegrasi. Struktur kapsul ini di rancang tahan terhadap tekanan, kadar garam tinggi. Dan arus laut yang terus berubah. Maka menjadikannya tahan lama untuk beroperasi tanpa perawatan langsung selama bertahun-tahun. Salah satu elemen teknologi paling penting adalah sistem pendingin tertutup berbasis air laut. Alih-alih menggunakan sistem pendingin udara atau air tawar seperti pusat data di darat, proyek ini memanfaatkan suhu laut yang stabil untuk mengatur panas dari server. Di dalam kapsul, cairan pendingin bersirkulasi dan menyerap panas dari perangkat keras. Kemudian mentransfernya ke lapisan luar kapsul, di mana air laut menyerap panas tersebut secara alami. Proses ini terjadi terus-menerus tanpa membutuhkan energi tambahan dalam jumlah besar. Sehingga membuat efisiensinya jauh melampaui pusat data konvensional. Di integrasikan pembangkit listrik tenaga angin lepas.
Masa Depan Data Ada Di Laut! China Memulainya Dan Menyalip Rivalnya
Selanjutnya juga masih membahas Masa Depan Data Ada Di Laut! China Memulainya Dan Menyalip Rivalnya. Dan fakta menarik lainnya adalah:
Alasan Strategis Tiongkok
Tentu hal ini dalam mengomersialkan data center bawah laut tidak hanya sekadar persoalan teknologi. Akan tetapi juga merupakan bagian dari strategi besar nasional. Karena yang mencakup aspek ekonomi, politik, lingkungan, dan keamanan digital. Proyek ini mencerminkan visi Tiongkok untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus menegaskan posisinya. Tentunya sebagai pemimpin global dalam infrastruktur digital dan energi hijau masa depan. Secara garis besar, ada beberapa lapisan alasan strategis yang menjelaskan mengapa Tiongkok begitu serius mengembangkan pusat data bawah laut. Pertama, dari aspek ekonomi digital, Tiongkok tengah menghadapi pertumbuhan kebutuhan data yang luar biasa besar akibat lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI), layanan cloud. Kemudian dengan komputasi big data, dan Internet of Things (IoT).
Jumlah pengguna internet dan perangkat pintar. Terlebih yang terus meningkat membuat kebutuhan akan ruang penyimpanan dan pemrosesan data menjadi prioritas utama. Melalui pusat data bawah laut, Tiongkok berupaya menciptakan infrastruktur yang efisien, hemat energi. Dan tidak tergantung pada lahan daratan yang semakin terbatas. Dengan menempatkan server di bawah laut, negara ini dapat menghemat biaya lahan di kota-kota besar. Serta sekaligus memperluas kapasitas digital tanpa merusak lingkungan darat. Kedua, proyek ini sejalan dengan strategi “ekonomi biru” (Blue Economy) yang telah lama menjadi fokus pemerintah Tiongkok. Dalam konsep ini, laut tidak hanya di lihat sebagai sumber daya perikanan atau transportasi. Namun juga sebagai kawasan baru untuk inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Dengan mengubah laut menjadi tempat infrastruktur teknologi tinggi.
Jadi itu dia beberapa fakta menarik dari China yang komersilkan data center laut terkait Tenggelamkan Kompetitor.