Site icon BeritaHangat24

Presiden Prancis Figur Yang Mendorong Akan Reformasi Modern

Presiden Prancis

Presiden Prancis Figur Yang Mendorong Akan Reformasi Modern

Presiden Prancis Emmanuel Macron Melakukan Kunjungan Kenegaraan Ke Indonesia Pada 27-29 Mei 2025 Sebagai Bagian Dari Tur Diplomatiknya Di Asia. Tentunya kunjungan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis antara Prancis dan Indonesia di berbagai bidang, termasuk pertahanan, ekonomi, budaya dan energi. Macron bertemu dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Kini keduanya menandatangani Joint Vision 2050, sebuah deklarasi bersama yang menandai arah kerja sama bilateral menuju peringatan 100 tahun hubungan diplomatik pada 2050. Dan mereka juga menyepakati penguatan kerja sama di sektor pertahanan, termasuk pengadaan 42 jet tempur Rafale, dua kapal selam Scorpene dan 13 radar dari Thales.

Dengan beberapa radar akan di pasang di ibu kota baru, Nusantara. Dalam bidang ekonomi, Macron dan Prabowo menyepakati percepatan penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (CEPA). Macron juga mengundang perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di Prancis, terutama di sektor energi terbarukan, digital dan infrastruktur. Sebagai bagian dari penguatan hubungan budaya. Prancis dan Indonesia menandatangani perjanjian kemitraan budaya yang mencakup pelestarian warisan budaya, promosi produk budaya seperti film dan musik, serta pengembangan sumber daya manusia Presiden Prancis.

Selanjutnya Macron dan Prabowo juga mengunjungi Candi Borobudur di Magelang. Dengan menandai simbolisme kerja sama budaya kedua negara. Dan kedua pemimpin menegaskan komitmen bersama untuk mendorong perdamaian di Gaza dan mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Kemudian mereka juga membahas kerja sama dalam transisi energi, ketahanan pangan dan penanganan bencana. Tentunya kunjungan ini menandai babak baru dalam hubungan Prancis-Indonesia. Dengan memperkuat kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik global Presiden Prancis.

Karier Politiknya Mulai Bersinar Saat Ia Menjabat Sebagai Menteri Ekonomi

Sebelumnya Emmanuel Macron adalah Presiden Prancis yang di kenal karena pendekatannya yang pro-Uni Eropa, reformis dan progresif. Lahir pada 21 Desember 1977 di Amiens, Prancis, ia merupakan presiden termuda dalam sejarah modern negara tersebut, terpilih pertama kali pada tahun 2017 saat berusia 39 tahun. Dan Macron menempuh pendidikan di École Nationale d’Administration (ENA), sebuah institusi elite di Prancis yang melahirkan banyak tokoh politik penting. Sebelum terjun ke dunia politik, ia bekerja sebagai pegawai negeri. Dan kemudian menjadi bankir investasi di Rothschild & Cie. Karier Politiknya Mulai Bersinar Saat Ia Menjabat Sebagai Menteri Ekonomi, Industri dan Digitalisasi di bawah pemerintahan Presiden François Hollande pada 2014. Ia kemudian mendirikan gerakan politik centrist bernama “La République En Marche!” di 2016, yang berupaya menjembatani perbedaan antara sayap kiri dan kanan politik Prancis.

Sebagai presiden, Macron menghadapi berbagai tantangan, mulai dari gerakan protes “Yellow Vests” yang menentang kebijakan ekonomi. Hingga upaya reformasi sistem pensiun dan tenaga kerja. Kemudian di bidang luar negeri, ia menjadi suara penting dalam integrasi Eropa, kebijakan iklim, dan diplomasi global. Termasuk mediasi dalam konflik internasional dan reformasi NATO. Selanjutnya terpilih kembali di tahun 2022 untuk masa jabatan kedua. Dan ia terus mendorong modernisasi ekonomi Prancis, transisi energi hijau, serta memperkuat peran negaranya di panggung dunia. Meskipun menghadapi kritik atas gaya kepemimpinannya yang di anggap elit. Maka Macron tetap menjadi salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Eropa saat ini. Dan telah menjabat sebagai Presiden Prancis sejak Mei 2017. Dengan kontribusinya selama masa kepemimpinannya. Salah satunya ia mendorong reformasi pasar tenaga kerja untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya saing ekonomi.

Presiden Prancis Tersebut Aktif Dalam Diplomasi Eropa Dan Global

Ia menyederhanakan peraturan ketenagakerjaan. Dan memberi lebih banyak keleluasaan bagi perusahaan dalam hal perekrutan dan pemutusan hubungan kerja. Dengan memperkuat posisi Prancis sebagai pemimpin dalam isu perubahan iklim. Lalu ia mendorong penggunaan energi terbarukan, melarang eksplorasi minyak dan gas baru di wilayah Prancis, serta memperkenalkan insentif untuk kendaraan listrik. Pemerintahannya meningkatkan pendanaan untuk pelatihan vokasional dan reformasi Pendidikan. Apalagi termasuk pembatasan jumlah murid di kelas-kelas awal di wilayah yang kurang beruntung. Kemudian Presiden Prancis Tersebut Aktif Dalam Diplomasi Eropa Dan Global. Ia mendorong integrasi Uni Eropa yang lebih dalam, memperkuat pertahanan Erop. Dan memainkan peran penting dalam negosiasi internasional seperti kesepakatan iklim dan urusan Timur Tengah. Dengan mencoba menyatukan berbagai sistem pensiun Prancis menjadi satu sistem nasional yang lebih sederhana dan berkelanjutan.

Namun, hal ini memicu protes besar-besaran dan ketidakpuasan publik. Di masa pandemi, ia mengimplementasikan kebijakan lockdown nasional, mempercepat program vaksinasi. Dan memberikan dukungan ekonomi besar-besaran untuk bisnis dan pekerja yang terdampak. Sebelumnya ia mendorong investasi di sektor teknologi dan startup dengan inisiatif seperti “French Tech”, guna menjadikan Prancis pusat inovasi digital Eropa. Maka kontribusi Macron telah membawa perubahan besar dalam kebijakan domestik dan posisi internasional Prancis. Meskipun banyak reformasinya juga menghadapi kritik dan penolakan dari sebagian masyarakat. Kini Presiden Emmanuel Macron memiliki pengaruh yang cukup signifikan di dunia, baik di panggung Eropa maupun global, sejak ia menjabat di tahun 2017. Dan di kenal sebagai salah satu tokoh paling vokal dalam mendukung integrasi Eropa. Ia mendorong reformasi Uni Eropa (UE), termasuk peningkatan kerja sama pertahanan, keuangan dan keamanan.

Macron Menekankan Pentingnya Multilateralisme Dalam Menghadapi Tantangan Dunia

Maka Macron sering mengambil peran aktif dalam diplomasi internasional. Setelah AS keluar dari Perjanjian Paris pada 2017. Ia meluncurkan kampanye “Make Our Planet Great Again”, menarik ilmuwan dan investor untuk fokus pada energi hijau. Dan juga terlibat dalam berbagai perundingan terkait Ukraina, Iran, Lebanon dan Gaza. Meskipun hasilnya tidak selalu berhasil, ia tetap di lihat sebagai salah satu pemimpin global yang mencoba menjadi penengah. Kemudian ia menjadi salah satu pemimpin Eropa yang aktif berdialog dengan Vladimir Putin. Pastinya sambil tetap mendukung Ukraina secara militer dan diplomatik. Kini Macron Menekankan Pentingnya Multilateralisme Dalam Menghadapi Tantangan Dunia seperti pandemi, krisis iklim dan keamanan siber. Ia aktif di G7, G20 dan PBB, dan berusaha menjaga tatanan dunia berbasis aturan (rules-based order). Sebagai pemimpin negara berbahasa Prancis terbesar, Macron memperkuat peran Prancis di negara-negara Afrika berbahasa Prancis.

Namun, hubungan ini tidak selalu stabil karena meningkatnya sentimen anti-Prancis di beberapa negara Afrika Barat. Di tengah menurunnya pengaruh Jerman pasca-Merkel dan sikap fluktuatif AS. Tentunya ia sering di pandang sebagai salah satu pemimpin paling konsisten dan visioner dalam blok Barat. Ia mencoba menyeimbangkan antara kerja sama dengan AS dan kebijakan luar negeri yang independen bagi Eropa. Dan ia juga menggunakan “soft power” Prancis-budaya, seni, pendidikan dan teknologi untuk memperluas pengaruh negaranya. Dengan pula mendukung pengembangan teknologi Eropa dan kebijakan pajak digital untuk menghadapi dominasi perusahaan teknologi AS. Maka secara keseluruhan, Macron tampil sebagai pemimpin global yang ambisius, cerdas dalam diplomasi. Dan konsisten dalam memperjuangkan posisi strategis Prancis dan Eropa di dunia. Meski kadang kontroversial, pengaruhnya tetap terasa kuat dalam banyak isu internasional di Presiden Prancis.

Exit mobile version