
Insiden Flare, Presiden Inter Apresiasi Emil Audero
Insiden Flare Sejenis Kembang Api Berbahaya Pada Saat Pertandingan Cremonese Vs Inter Milan Dalam Lanjutan Liga Italia Serie A 2025/26. Pada Senin (2/2/2026) dini hari di Stadio Giovanni Zini berakhir dengan kemenangan 2–0 untuk Inter Milan. Namun hasil kemenangan ini ternodai oleh peristiwa serius yang membuat perhatian publik tertuju pada keamanan stadion dan perilaku suporter di sepak bola Italia.
Insiden terjadi pada awal babak kedua ketika sebuah flare sejenis kembang api berbahaya. Di lemparkan dari tribun pendukung Inter Milan ke dalam lapangan. Benda itu mengenai Emil Audero, kiper Cremonese asal Indonesia yang tengah menjalankan tugasnya menjaga gawang. Insiden Ledakan flare terjadi sangat dekat dengan posisi Audero sehingga membuat pertandingan sempat terhenti sementara untuk memberi waktu tim medis memberikan perawatan.
Reaksi Presiden Inter Milan Karena Insiden
Menanggapi peristiwa memprihatinkan itu, Presiden Inter Milan Giuseppe “Beppe” Marotta secara terbuka mengecam tindakan tersebut. Ia menyebut insiden pelemparan flare sebagai tindakan anti‑sportivitas yang tidak dapat di terima dalam dunia sepak bola profesional. Marotta menegaskan bahwa kejadian seperti ini sama sekali “tidak mencerminkan nilai‑nilai olahraga” yang seharusnya di usung oleh setiap klub dan suporter.
“Saya belum pernah mengalami situasi seperti ini selama bertahun‑tahun di dunia sepak bola. Itu adalah tindakan sensasional atas nama anti‑sportivitas,” kata Marotta kepada media setelah laga. Ia juga menyatakan bahwa pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan atas kejadian ini dan berharap pelaku serta faktor yang mendasari bisa diidentifikasi.
Lebih lanjut, Marotta menyampaikan bahwa Inter Milan memiliki kewajiban moral untuk menciptakan budaya sepak bola yang positif dan mencegah insiden serupa di masa depan. Ia mengutuk keras tindakan flare yang dilakukan oleh oknum suporter dan berharap sepak bola bisa bebas dari kekerasan.
Pujian untuk Emil Audero
Selain kecaman terhadap pelaku, Marotta juga memberi apresiasi tinggi terhadap Emil Audero. Meskipun menjadi korban dari insiden berbahaya tersebut, Audero menunjukkan sikap profesionalisme dan ketenangan luar biasa. Dengan tetap melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan medis di lapangan.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Emil Audero atas profesionalismenya, karena berkat itu pertandingan dapat terus berlangsung hingga akhir,” ujar Marotta. Pernyataan ini menunjukkan rasa hormat dari klub raksasa seperti Inter Milan terhadap pemain lawan. Yang menunjukkan integritas tinggi meskipun dalam kondisi tidak nyaman.
Insiden dan Dampaknya
Menurut laporan lanjutan, pelaku yang melempar flare tersebut telah teridentifikasi. Dan bahkan mengalami luka akibat flare yang meledak di tangannya, sampai kehilangan beberapa jarinya. Ia kini terancam di tangkap dan di larang menghadiri stadion. Serta kasus ini bisa memicu sanksi lebih jauh bagi suporter atau klub jika terbukti terjadi kelalaian dalam pengawasan keamanan.
Beberapa media juga melaporkan bahwa Audero sempat mengalami luka bakar ringan dan gangguan pendengaran sementara akibat ledakan flare. Meskipun tidak menimbulkan cedera serius yang mengancam kariernya. Ia bahkan sempat terjatuh sebelum akhirnya bangkit dan melanjutkan laga.
Insiden itu juga menjadi sorotan karena terjadi di ruang pertandingan resmi Serie A. Liga papan atas Italia yang sering di saksikan jutaan penonton secara langsung maupun internasional. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan stadion dan perilaku suporter menjadi hal penting yang perlu terus diperbaiki di sepak bola modern.
Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, telah menyatakan penolakan keras terhadap tindakan pelemparan flare yang menimpa Emil Audero. Menekankan bahwa kejadian seperti itu tidak layak terjadi dalam olahraga profesional. Di saat yang sama, profesionalisme Audero dalam tetap bermain di puji sebagai contoh sikap atlet yang luar biasa meskipun menghadapi situasi berbahaya.
Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi klub, otoritas sepak bola. Dan suporter untuk meningkatkan standar keamanan serta menghapus segala bentuk perilaku yang dapat membahayakan pemain di lapangan. Sepak bola bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga tentang nilai sportifitas dan keselamatan semua pihak yang terlibat.