Site icon BeritaHangat24

Awas Beras Oplosan! Cek 4 Ciri Ini Sekarang

Awas Beras Oplosan! Cek 4 Ciri Ini Sekarang

Awas Beras Oplosan! Cek 4 Ciri Ini Sekarang

Awas Beras Oplosan! Cek 4 Ciri Ini Sekarang Untuk Nantinya Dapat Membedakan Kualitas Yang Baik Sebelum Membelinya. Halo teman-teman cerdas! Di dapur setiap rumah tangga, beras adalah kebutuhan pokok yang tak bisa di tawar. Kita semua ingin menyajikan nasi yang pulen. Dan juga sehat untuk keluarga tercinta. Namun, tahukah anda bahwa di balik tumpukan karung beras di pasaran. Karena ada ancaman tersembunyi yang perlu kita waspadai? Ya, saya bicara tentang Awas Beras Oplosan! Penipuan ini bisa merugikan kita secara finansial. Dan, yang lebih parah, mengancam kesehatan. Bagaimana jika beras yang anda beli ternyata campuran. bahkan mengandung zat yang tidak seharusnya ada? Jangan panik dulu! Penting bagi kita untuk menjadi konsumen yang cerdas dan teliti. Oleh karena itu, mari kita kenali bersama 4 ciri utamanya yang wajib anda perhatikan.

Mengenai ulasan tentang Awas Beras Oplosan! cek 4 ciri ini sekarang telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Bau Yang Campuran Tidak Alami

Hal ini menjadi salah satu tanda mencolok dari praktik oplosan yang marak terjadi di pasaran. Terlebih yang biasanya memiliki aroma yang menyimpang dari bau khas beras segar. Alih-alih netral atau sedikit wangi alami. Namun beras ini justru mengeluarkan bau menyengat. Tentunya seperti wangi buatan menyerupai sabun, bahan kimia. Ataupun bahkan bau anyir. Dan juga bau tengik akibat pencampuran dengan beras lama atau zat tertentu. Fenomena bau tidak wajar ini erat kaitannya dengan empat ciri umum beras oplosan. Pertama, warna beras tidak seragam. Serta tampak mencurigakan karena berasal dari berbagai jenis. Ataupun yang telah di beri zat pemutih. Kedua, tekstur beras terasa lebih halus atau licin. Karena adanya lapisan bahan kimia. Ketiga, bau tidak alami yang muncul sebelum. Dan  saat sesudah di masak menjadi tanda utama dari manipulasi kualitas.

Awas Beras Oplosan! Cek 4 Ciri Ini Sekarang Untuk Tidak Tertipu

Kemudian juga masih membahas Awas Beras Oplosan! Cek 4 Ciri Ini Sekarang Untuk Tidak Tertipu. Dan tanda lain yang campuran adalah:

Warnanya Tidak Seragam

Hal ini pun menjadi salah satu ciri paling mudah di kenali dari kualitas yang campurna. Karena yang normal umumnya memiliki warna yang konsisten. Baik putih susu, sedikit transparan, atau krem pucat, tergantung varietasnya. Namun pada yang oplosan, perbedaan warna antar butir sangat jelas terlihat. Terlebih ada yang terlihat sangat putih mencolok. Karena pemutih, ada pula yang tampak kusam, abu-abu. Dan juga kekuningan karena berasal dari campuran beras lama, beras pecah. Hingga beras rendahan yang di satukan untuk meniru tampilan beras premium. Kondisi warna tidak seragam ini seringkali menjadi penanda bahwa ia tersebut telah di campur secara tidak alami. Ini berkaitan langsung dengan empat ciri utamanya. Pertama, selain warna tidak seragam, permukaan butiran beras kadang juga tampak buram. Ataupun yang terlalu mengilap karena di lapisi bahan tertentu.

Kedua, teksturnya bisa terasa licin atau kasar tidak merata. Ketiga, aroma beras juga bisa menyimpang dari bau alami. Kemudian cenderung berbau menyengat, wangi buatan, atau bahkan tengik. Keempat, kualitas rasa nasi yang di hasilkan menjadi tidak konsisten bisa hambar, mudah basi, atau lengket tidak wajar. Meskipun di masak dengan takaran air yang tepat. Sebelum membeli, perhatikan kondisi visual beras secara cermat. Jika warna antar butir terlalu bervariasi, atau ada butiran yang terlalu putih mencolok, berhati-hatilah. Karena bisa jadi beras telah di campur pemutih. Kemudian hindari juga beras yang tampak terlalu bersih dan mengilap tidak alami. Pilih beras dari produsen tepercaya, dengan label dan keterangan yang jelas. Setelah membeli, cuci sedikit beras dan amati air cucian. Jika air berubah warna menjadi putih pekat atau berbusa, hal itu bisa menandakan adanya zat tambahan.

4 Tanda Beras Campuran: Jangan Sampai Salah Beli!

Selain itu, masih ada 4 Tanda Beras Campuran: Jangan Sampai Salah Beli!. Dan ciri lainnya adalah:

Nasi Dari Beras Oplosan Tidak Mudah Basi

Salah satu tanda mencurigakan lainnya adalah ketika nasi yang di hasilkan tidak mudah basi. Bahkan setelah di simpan berjam-jam di suhu ruang. Sekilas, hal ini mungkin terlihat menguntungkan. Namun sebenarnya ini justru menjadi indikasi adanya campuran bahan kimia. Ataupun pengawet yang tidak semestinya. Dalam kondisi normal, nasi dari beras murni akan mulai basi. Serta dapat mengeluarkan bau asam setelah 8–12 jam tergantung suhu dan kelembapan. Jika nasi tetap awet terlalu lama tanpa perubahan bau atau rasa. Maka hal ini bisa menandakan adanya manipulasi. Ciri ini berkaitan erat dengan empat tanda utama dari beras oplosan. Pertama, warna beras yang tidak seragam. Terlebihnya di mana butiran beras tampak berbeda-beda, dari sangat putih. Karena pemutih hingga kuning kusam akibat beras lama. Kedua, tekstur beras licin atau aneh.

Berkat adanya lapisan bahan tambahan yang membuatnya tampak bersih tidak wajar. Ketiga, bau tidak alami. Contohnya seperti bau wangi buatan, kimia, atau apek. Keempat, kualitas nasi yang tidak biasa. Serta termasuk tidak mudah basi, rasa hambar. Ataupun justru tekstur nasi yang terlalu keras. Dan juga terlalu lembek walaupun di masak dengan takaran air normal. Sebelum membeli, perhatikan apakah beras memiliki warna dan bentuk seragam. Serta tidak terlalu putih mencolok. Bau beras juga harus alami, tidak wangi seperti pewangi buatan. Hindari tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Sesudah membeli, lakukan uji coba dengan memasak sebagian kecil beras. Jika nasi bertahan terlalu lama tanpa basi. Apalagi lebih dari 24 jam. Maka besar kemungkinan telah di campur zat kimia berbahaya. Kondisi nasi yang tidak mudah basi akibat bahan kimia bukan hanya merugikan secara kualitas. Akan tetapi juga berisiko bagi kesehatan anda.

4 Tanda Beras Campuran: Jangan Sampai Salah Beli Dan Wajib Jadi Perhatian!

Selanjutnya juga masih ada 4 Tanda Beras Campuran: Jangan Sampai Salah Beli Dan Wajib Jadi Perhatian!. Dan tanda lainnya adalah:

Beras Oplosan Tidak Di Kerubungi Kutu

Ciri lainnya yaitu pada kualitas yang campuran seringkali tidak di kerubungi kutu. Bahkan setelah di simpan dalam waktu lama di suhu ruang. Meski terdengar seperti keunggulan, kenyataannya ini bisa menjadi tanda adanya campuran bahan kimia pengawet. Ataupun dengan pestisida yang berbahaya. Dalam kondisi normal, beras murni yang di simpan terlalu lama cenderung akan menarik kutu beras (weevil). Karena sifatnya yang alami dan mengandung sisa-sisa nutrisi yang di sukai hama. Namun, beras oplosan yang di beri bahan antikutu. Ataupun dengan pemutih tidak di sukai oleh kutu. Sehingga tetap tampak “bersih” tetapi sebenarnya tidak sehat. Fenomena tidak adanya kutu pada beras ini berkaitan erat dengan empat ciri umum beras oplosan.

Pertama, warna butiran tidak seragam, mulai dari putih mencolok akibat pemutih hingga kekuningan atau kusam. Karena campuran beras lama atau rusak. Kedua, tekstur beras terasa licin atau terlalu halus. Serta yang bisa di sebabkan oleh lapisan bahan kimia. Ketiga, aroma beras tidak alami, seperti bau sabun, bahan kimia. Ataupun wangi buatan yang menyengat. Keempat, kualitas nasi yang di hasilkan tidak normal. Terlebih misalnya terlalu pulen, terlalu keras. Ataupun justru tidak cepat basi seperti nasi pada umumnya. Sebelum membeli beras, perhatikan kondisi fisik secara menyeluruh. Serta yang termasuk warna, bau, dan tekstur. Jika beras tampak terlalu bersih dan tidak pernah di hinggapi kutu walau di simpan di tempat terbuka. Kemudian hal ini patut di curigai. Waspadai juga produk beras dengan harga jauh lebih murah dari standar pasar. Karena berpotensi telah di manipulasi kualitasnya.

Jadi itu dia 4 ciri yang bisa kalian cek agar dapat waspada terkait Awas Beras Oplosan.

Exit mobile version